13Sep 2017

Atlet Muslim Wanita dengan Medali di Tangannya

Yuk, jadikan perempuan-perempuan hebat ini sebagai inspirasi untuk meraih impian dengan segala usaha menghadapi tantangan.

© shutterstock

Inspirasihijab.com - Deretan prestasi perempuan berhijab di dunia olahraga dengan pemecahan rekor atau pencapaian medali emas semakin membanggakan. Bukti nyata bahwa kini mereka tidak lagi dipandang sebelah mata. Seperti di gelaran Olimpiade Rio De Janeiro yang diselenggarakan tahun 2016 lalu menjadi etalase prestasi beberapa atlet muslim perempuan yang mampu meraih medali, seperti berikut ini.

Dalilah Muhammad

Mewakili Amerika Serikat dalam olahraga atletik, Dalilah Muhammad berhasil meraih medali emas. Tidak hanya itu, ia juga mencatatkan diri sebagai perempuan Amerika pertama yang memenangkan medali emas Olimpiade dalam halang rintang 400 meter.

Majilinda Kelmendi

Setelah menolak banyak uang untuk mewakili negara lain, ketekunan dan kerja keras Majilinda Kelmendi terbayar sudah. Atlet perempuan berusia 25 tahun ini meraih medali emas Olimpiade di bidang olahraga judo di kelas berat 52 kilogram. Lebih membanggakan lagi, ini pertama kalinya seorang atlet memenangkan medali Olimpiade untuk Kosovo.

Aliya Mustafina

Perempuan berusia 21 tahun ini memang betul-betul mencintai olahraga senam. Aliya Mustafina tidak hanya meraih satu medali, tapi tiga sekaligus, yaitu medai emas di uneven bar kategori perempuan, perak dalam tim senam, dan perunggu untuk individu. Uniknya, ayah Mustafina yang memiliki kepercayaan yang sama juga memenangkan medali Olimpiade dalam bidang gulat tahun 1976 di Montreal.

Mariya Stadnik

Gulat selama ini hanya dikenal sebagai bidang yang digeluti para pria. Tapi perempuan muslim asal Azerbaijan, Mariya Stadnik, ini membuktikan ia mampu meraih medali perak di Olimpiade Rio di kelas berat 48 kilogram untuk gulat gaya bebas perempuan.

Zhazira Zhapparkul dan Sri Wahyuni Agustiani

Sama-sama menekuni olahraga angkat besi, Zhazira Zhapparkul dan Sri Wahyuni Agustiani meraih medali perak di kelas yang berbeda. Perempuan yang mewakili Kazakhstan ini berhasil mencetak prestasi di divisi 69 kilogram angkat besi wanita, sedangkan srikandi Indonesia ini memenangkan posisi kedua di kelas berat 48 kilogram dalam angkat besi wanita.

Ibtihaj Muhammad dan Ines Boubakri

Menekuni olahraga anggar, Ibtihaj Muhammad dan Ines Boubakri sama-sama meraih medali perunggu. Jika Ibtihaj merupakan perempuan Amerika muslim pertama yang berhijab di Olimpiade. Sedangkan Boubakri menjadi perempuan pertama dari Benua Afrika yang memenangkan medali perunggu. Perempuan yang berasal dari Tunisia ini mendedikasikan medalinya untuk semua perempuan Arab Tunisia.

Prestasi yang membanggakan ini tidak terlepas dari kerja keras mereka. Selain rutin latihan, rasa nyaman dan percaya diri pun menjadi faktor penting. Mulailah dari diri sendiri, salah satunya dengan merawat rambut agar terhindar dari gatal, rontok, lepek, dan bau tak sedap. Selain rutin mencuci rambut tiga kali seminggu, keringkan rambut sebelum mengenakan hijab, dan tanggalkan hijab saat bersantai untuk memberikan kesempatan untuk bernafas.

Yuk, jadikan perempuan-perempuan hebat ini sebagai inspirasi untuk meraih impian dengan segala usaha menghadapi tantangan.  

Hak Cipta : KapanLagi Networks